Home » Hukum » Buntut Pengeroyokan Pesilat di Delanggu, Polisi Amankan 3 Pelaku, 1 dibawah Umur

Buntut Pengeroyokan Pesilat di Delanggu, Polisi Amankan 3 Pelaku, 1 dibawah Umur

admin 11 Mei 2024 13

 

Klaten_Tiga pelaku pengeroyokan diamankan Polres Klaten usai video viral yang beredar di medsos.

Pelaku melakukan pengeroyokan di jalan persawahan dukuh Mranggen, Desa Krecek, Kecamatan Delanggu Klaten.

Saat jumpa pers Kapolres Klaten, AKBP Warsono mengatakan, polres Klaten menetapkan tiga tersangka, satu diantaranya masih dibawah umur. Pelaku berinisial RPM alias Rimba (18) dan YFF alias Yusuf (18) keduanya berasal dari Sukoharjo.

“Satu diantaranya masih dibawah umur dengan inisial RAA, ketiganya terlibat pengeroyokan dengan MDF (16) warga Delanggu Klaten”, ungkap AKBP Warsono, Jum’at (15/03/2024) di Mapolres Klaten.

Lebih lanjut Warsono mengatakan, pengeroyokan ini terjadi karena dendam antar perguruan silat, dan berakhir dengan pengeroyokan.

“Motifnya dendam antar perguruan silat, antara korban dan pelaku tidak saling kenal dan kasus ini dilaporkan ke polres oleh orang tua korban”, jelasnya.

Dikatakan Warsono, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 7 orang saksi, dan menetapkan 3 orang sebagai tersangka.

” Satu diantaranya akan diproses secara khusus dalam tindak pidana anak”, ujarnya.

Sementara salah satu pelaku Yusuf mengaku telah memukul korban dibagian perut dan punggung, ia melakukan karena emosi dan dendam.
“Saat itu habis konvoi pengesahan, kami tidak kenal dan hanya dendam perguruan silat”, kata Yusuf.

Dengan peristiwa tersebut Kata Warsono, pelaku dijerat pasal 80 ayat 1, UU. No 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No 13 tahun 2002 tenang perlindungan anak.

UU junto pasal 76c UU RI, No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Setiap orang di larang menempatkan, membiarkan, melakukan , menyuruh melalukan, atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak”, katanya.

” Terancam pidana penjara paling lama 3 tahun 6 bulan, dan atau denda paling banyak Rp. 72 juta”, pungkasnya. (Din)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Kasus Penipuan di Magelang Surat Terdakwa Ditolak Hakim Karena Seolah Olah Hakim Yang Minta

admin

11 Mei 2024

  MAGELANG — Hakim Ketua Pengadilan Negeri Mungkit Kabupaten Magelang Fakhrudin Said NGAJI, SH, MH menolak surat yang diserahkan dari Elsa Susana ( ES ) melalui penasehat hukumnya terkait saksi yang meringankan yang akan dihadirkan pada sidang berikutnya. Menurut Fakhrudin Said Ngaji karena seolah-olah surat tersebut atas permintaan Hakim, sehingga surat terdakwa yang disodorkan penasehat …

x
x